Beranda / Lingkungan / PLTS Bantar Gebang: Pramono Usul 3 Pembangkit Listrik dari Sampah di Jakarta

PLTS Bantar Gebang: Pramono Usul 3 Pembangkit Listrik dari Sampah di Jakarta

PLTS Bantar Gebang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan pembangunan PLTS Bantar Gebang bersama dua pembangkit listrik tenaga sampah lainnya di Jakarta. Melalui proyek ini, Pemprov DKI ingin mengolah ribuan ton sampah setiap hari sekaligus menghasilkan energi listrik.

Selain itu, pemerintah juga ingin mengurangi tekanan besar pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang selama ini menampung sebagian besar sampah ibu kota.

PLTS Bantar Gebang Jadi Fokus Utama

Pemerintah menempatkan PLTS Bantar Gebang sebagai proyek utama karena kawasan ini sudah menjadi pusat pengolahan sampah Jakarta. Fasilitas ini nantinya akan mengolah sekitar 3.000 ton sampah setiap hari.

Sebanyak 2.000 ton berasal dari sampah baru yang dikirim dari Jakarta. Sementara itu, pengelola fasilitas juga akan memproses sekitar 1.000 ton sampah lama yang sudah lama menumpuk di lokasi tersebut.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap tumpukan sampah lama bisa berkurang secara bertahap.

Pemerintah Siapkan PLTS di Tunjungan dan Sunter

Selain PLTS Bantar Gebang, Pramono juga mengusulkan pembangunan dua fasilitas baru di wilayah lain Jakarta.

Pertama, pemerintah merencanakan PLTS Tunjungan di Jakarta Utara yang mampu mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari dari sampah baru Jakarta.

Kedua, pemerintah juga menyiapkan proyek PLTS Sunter dengan kapasitas sekitar 2.500 ton sampah per hari. Fasilitas ini akan fokus memproses sampah baru agar distribusi pengolahan sampah Jakarta menjadi lebih merata.

Dengan tiga proyek tersebut, Jakarta dapat membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan efisien.

Kapasitas Pengolahan Sampah Jakarta Bisa Capai 7.000 Ton

Jika semua proyek PLTS mulai beroperasi, kapasitas pengolahan sampah Jakarta akan meningkat secara signifikan. Pramono memperkirakan berbagai fasilitas pengolahan sampah di Jakarta bisa menangani sekitar 6.500 hingga 7.000 ton sampah setiap hari.

Peningkatan kapasitas ini akan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Bantargebang. Bahkan, pemerintah menargetkan pengurangan sekitar 1.000 ton sampah per hari dari beban kawasan tersebut.

Selain mengurangi masalah lingkungan, proyek ini juga membuka peluang memanfaatkan sampah sebagai sumber energi listrik.

Pemprov DKI Dorong Proyek Segera Masuk Tahap Kontrak

Pemprov DKI Jakarta terus mendorong percepatan proyek ini agar segera masuk tahap berikutnya. Pramono berharap proyek PLTS Bantar Gebang, Tunjungan, dan Sunter segera mencapai tahap penandatanganan kontrak dalam waktu dekat.

Jika proses berjalan lancar, Jakarta akan memiliki sistem pengolahan sampah modern yang mampu mengurangi limbah sekaligus menghasilkan energi bersih bagi kota.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *